Oleh Yunita Sari
On june, 3th 2019
22.06 WIB
Perihal hati, aku yg paling tersakiti.
Karena kita sama sama mencintai.
Kamu mencintainya dan aku mencintaimu.
Perihal rasa, aku yg paling mengerti.
Ku pahami kamu dengan dia, dan aku dengan diriku sendiri mencoba berdamai dengan hati.
Perihal pilihan, kurasa aku telah salah pada Tuhan.
Kudahului takdirnya.
Harusnya aku tak apa masih berharap pada mu kan?
Harusnya tak apa aku masih mencintaimu kan?
Kamu tahu?
Tuhan tidak menyukai mereka yg mendahului takdirnya?
Kurasa kamu tahu itu.
Jadi tak apa bila harapan ini masih ada.
Ku yakini bila Tuhan berkehendak kamu membalas cinta ku, dia yg kamu cintai bisa berbuat apa?
Berfikir lah kalau aku egois pada rasa ku.
Ya.
Tak apa.
Anggap saja begitu.
Dan bukan hanya itu.
Semua nya adalah nyata.
Nyata masih mencintaimu dan nyata masih berharap pada mu.
Kuharap kamu mengerti.
Tidak.
Bukan harapan.
Tapi kamu harus mengerti.
Aku mencintaimu.
Terlalu.
Mencintaimu.