Matahari pagi ini seakan tahu kegundahan hati. Sinarnya yang tersembunyi sama seperti rasa ini. Rasa yang tak pernah mampu tuk ku ungkapkan. Hari ini, pagi ini seseorang datang bertumbuk pandang dengan ku. Seseorang dari masa lalu. Dia masih sama seperti setahun lalu. Masih saja manis dan masih saja mampu membuatku jatuh berkali kali. Jatuh cinta maksud ku. Debar di dada ku membuat ku kikuk tak mampu mengucap sepatah kata pun. Ingin ku tersenyum, tapi bibir ini seolah keras mengeras seperti layaknya batu. Entah apa gerangan. Mungkin saja manis wajahnya menyihir ku menjadi seperti ini. Layaknya patung yang terbuat dari manusia. Pertemuan kita seakan hanya ilusi , yang nyatanya hanya karena secangkir teh yang dipesan lewat bibi ku. Meja 6 di sudut ruangan. Meja favorit ku bermadu kasih dengan buku buku biologi dan matematika. Pelajaran favorit ku. Meja itu pula yang dia tempati saat ini. Pekatnya teh menggambarkan lekatnya pandangan kami bertemu. Bukan maunya begitu. Tapi seolah tak percaya bahwa yang ku lihat adalah dia. Memang hati sudah tahu sama tahu hingga tak sengaja anggukan antara kita nyaris bersamaan.
Layaknya matahari yang pagi ini menyembunyikan sinarnya dengan rapi dan menutupnya rapat rapat. Bukan nya tak ingin katanya, tapi awan juga membutuhkan sinarnya. Tak apa bila bumi sesekali menunggu sinarnya. Seperti itulah raut di wajah manis mu. Aku tahu banyak sekali yang ingin di ungkapkan namun tak mampu terucapkan. Detik berlalu, tidak. Menit pun berlalu begitu cepat seolah jarum jam berlari kencang. Hingga waktu berlalu begitu cepat. Namun tak sepatah kata pun terucap antara kita bahkan sekedar bertanya oh hello saja pun tidak. Gelagat nya dan gelagat ku pagi itu mengundang gelak tawa ku saat ini. Saat ku tulis cerita ini. Bahkan burung saja enggan untuk berkicau.
Waktu pun berlalu, hari berganti bulan, bulan berganti tahun, sejak saat itu tak pernah lagi ku temui sosoknya. Terdengar kabar dia sudah memiliki pengganti ku. Hancur sudah. Dia yang selalu ku sebut dalam doa. Mungkin Tuhan berkata lain. Cukup dengan kekaguman yang hanya Tuhan dan aku sendiri yang tahu. Begitu pula dengan ku. Aku juga sama. Sama sama memiliki pengganti.
Kini aku duduk di kelas XII semester 2, lebih tepatnya kelas XII IPA 1, kelas terfavorit dan satu satunya kelas unggul pada zamannya. Aku dan dia memang tidak belajar di sekolah yang sama. Ini sesuai dengan pilihan kami masing masing. Ini juga menjadi salah satu alasan kandasnya hubungan kami dua setengah tahun lalu. Hubungan yang menyisakan rindu dan pilu. Tapi tidak untuk beberapa waktu, karena aku juga sudah memiliki pujaan hati. Enggan untukku menyebutkan kan namanya karena saat aku menulis ini maksudku saat ini dia sudah menikah. Dia menikah tahun 2017 lalu, tepatnya bulan Desember. Sudah tentu dia menikah dengan kekasih nya setelah putus dari ku. Hubungan ku dengannya tidak berlangsung lama. 7 kali bulan berkeliling mengelilingi bumi adalah lamanya waktu ku bersamanya. Tak lama memang. Tak banyak juga yang bisa dikenang.
Tibalah di akhir semester, gencar gencar nya guru memburu siswa untuk di paksa belajar. Katanya persiapan Ujian Nasional. TO pertama ku jujur nilai ku anjlok. Tidak ada satupun mata pelajaran yang tertulis lulus didepan namaku. Tepat diwaktu itu pula sekolah mengadakan lomba. Disana jua lah aku bertemu kembali dengan nya. Dengan dia laki laki masa lalu yang manis. Dia adalah salah satu dari sekian banyak utusan dari sekolahnya yang ikut memeriahkan perlombaan hari itu di sekolah ku. Saat itu Aku tahu dia memberanikan diri untuk mengajakku pulang bersama. Kebetulan hari itu juga belajar diliburkan. yang ku tahu dia masih bersama kekasihnya dan aku sudah tidak lagi bersama kekasih ku. Kekasih yang entah bagaimana bisa pergi dan menghilang begitu saja (sudah ku jelaskan kini dia sudah menikahi kekasihnya yang baru)
Sore yang cerah, seakan langit tahu akan hati ku. Saat itu juga aku kembali jatuh padanya. Jatuh cinta maksud ku.
Entah apa yang dimilikinya yang membuat aku gila padanya. Chatting pun dimulai. Kisah cinta dua setengah tahun silam pun terulang, terkenang. Katanya ada rindu yang masih tersisa dan ada kenangan yang mengintai.
Tepat pada 20 Maret 2014 kami kembali bersama. Bersama sama mengakui perasaan kami yang lama tertunda. Lama sekali saking lamanya susah move on. 🙄
Penantian ku di batas waktu tak pernah sia sia. Kamu yang kutunggu. Malaikat manis yang dikirim Tuhan untuk ku.
Terimakasih sudah membaca
Tunggu kisah selanjutnya
Jangan lupa klik share and follow yah
See you 😄
