Rabu, 10 Juli 2019

HUJAN


On july, 10th 2019
By Yunita Sari

Kemarau yang telah lama menjajah
Pepohonan yang biasanya meranggas
Sumur-sumur kering
Sawah-sawah yang pucat pasi
Kering lalu mati

Tak ada yang lebih istimewa
Daripada hujan malam ini
Bau basah jalanan yang kulewati
Bak rindu yang menjelma menjadi temu

Kini...
Semua sudah tiba waktunya
Untuk merubah dan berubah 

Hujan...
Tak kan datang tepat waktu.
Tapi ia nya senantiasa akan datang
Diwaktu yang tepat.

Minggu, 23 Juni 2019

Perihal Kisah Cintaku

Oleh Yunita Sari
On june, 3th 2019
22.06 WIB

Perihal hati, aku yg paling tersakiti.
Karena kita sama sama mencintai.
Kamu mencintainya dan aku mencintaimu.

Perihal rasa, aku yg paling mengerti.
Ku pahami kamu dengan dia, dan aku dengan diriku sendiri mencoba berdamai dengan hati.

Perihal pilihan, kurasa aku telah salah pada Tuhan.
Kudahului takdirnya.

Harusnya aku tak apa masih berharap pada mu kan?

Harusnya tak apa aku masih mencintaimu kan?

Kamu tahu?
Tuhan tidak menyukai mereka yg mendahului takdirnya?
Kurasa kamu tahu itu.
Jadi tak apa bila harapan ini masih ada.
Ku yakini bila Tuhan berkehendak kamu membalas cinta ku, dia yg kamu cintai bisa berbuat apa?

Berfikir lah kalau aku egois pada rasa ku.
Ya.
Tak apa.
Anggap saja begitu.
Dan bukan hanya itu.
Semua nya adalah nyata.
Nyata masih mencintaimu dan nyata masih berharap pada mu.

Kuharap kamu mengerti.
Tidak.
Bukan harapan.
Tapi kamu harus mengerti.

Aku mencintaimu.
Terlalu.
Mencintaimu.